Monday, 17 August 2015

Trip to Madakaripura - dibuang sayang

"Ya Allah... foto ini bisa selamat dari kepensiunannya si kiko. Terharuuuuuu...T_T"

Madakaripura namanya.
Jika dibandingkan dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, obyek wisata yang satu ini kalah jauh gaungnya. Padahal mereka ada di satu lokasi yang berdekatan. Jadi kalau teman-teman berniat plesir ke Bromo dari rute Probolinggo ada baiknya memasukkan destinasi ini sekalian ke itinarary, sekalian gitu.

Saya and the gank awalnya berencana main kesini di hari yang sama setelah menjajaki seputaran Bromo. Namun kenyataan tak seindah rencananya. Akibat begadang dua orang mabok kecapekan. Bukan pilihan yang bijak untuk melanjutkan petualangan ke Madakaripura. Kecewa sih, tapi safety first. Jalan-jalan kan buat senang-senang, apa gunanya kalau akhirnya justru tepar yang didapat. Betul?

Tak butuh waktu lama untuk kami bersabar. Beberapa minggu kemudian kami kembali. Justru dengan anggota rombongan yang jauh lebih banyak dan tentu saja, lebih rempong. hehe
Perjalanan kami dari Surabaya sebenarnya cukup lancar, namun karena pada saat itu musim hujan, kami lumayan was-was. Khawatir lokasi wisatanya tidak dibuka untuk umum. Lumayan riskan sih, berwisata ke alam kalau pas musim penghujan.    


Alhamdulillah, langit di sekitar hutan menuju air terjun lumayan terang, bahkan cenderung terik. Jadi kami sedikit tenang dan terhibur. Nggak kebayang deh sudah jauh-jauh dari Surabaya trus ternyata kawasan air terjunnya ditutup. Bisa-bisa ada yang bertransformasi jadi tarzan saking kecewanya *tutup muka sendiri *aib kok diumbar-__-"

Air terjun Madakaripura ini adalah salah satu air terjun yang cukup mudah aksesnya. Sesampainya di parkiran, kita akan langsung disambut oleh beton nama lokasi MADAKARIPURA segede bagong warna merah (jaman saya kesana, th 2013 betonnya belom ada) dan patung Gajah Mada.  

Tahu kan siapa Gajah Mada? 
Yep, dialah sang mahapatih asal Majapahit yang kesohor itu. Menurut legenda yang beredar di masyarakat sekitar, air terjun ini adalah tempat favorit sang patih untuk bertapa. Bahkan konon, Gajah Mada mengalami moksa disini. 

Saran saya, bawalah peralatan dan pakaian yang mendukung untuk aktivitas outdoor. Namapun main ke sungai yak, jangan pake sendal cantiklah. Ntar kayak temen saya, putus cintanya eh sendalnya :p. 
Tapi, jangan sedih. Nggak usah risau kesusahan disini. Seputaran tempat parkir sudah banyak kios-kios kecil menyediakan beraneka ragam dagangan. Mulai dari air mineral, mie instan, gorengan, jagung bakar/rebus sampe sendal jepit dan jas ujan plastik pun ada. Kenapa perlu jas ujan? Nanti kalian akan tahu kenapa jas ujan diperlukan.

Trek menuju air terjun ini sudah sangat bagus. Kita tidak perlu lagi menyiangi jalan setapak kayak trekking ke air terjun pada umumnya. Sudah ada jalur pejalan kaki yang dicor/beton yang cukup nyaman untuk berjalan.
ternyata saya lebih cakep kalau tampak belakang -_-



Maafkan saya ga fokus ke kamera, saking banyaknya yang motret! Idih...-_-'

Sayangnya, trek nyaman itu terputus di tengah jalan. Terkena banjir dan tanah longsor kabarnya. Duh, sungguh sayang. Akhirnya kami harus berela hati turun ke sungai meyusuri aliran sungai demi mencapai air terjun yang diimpikan. Tapi justru itulah yang dicari bukan? Kalau mau santai-santai jalanannya mah ngemall aja, ngapain ke air terjun kan? *Duh mbak, sombongnyaaaaa....
(update 2015, trek yeng terputus sudah diperbaiki. Sudah baguslah sekarang, nyamaaaaannnn..)

 
akhirnyaaa... nyebur sungai juga!


Dann... bener aja. Orang sombong dihukum Allah. Gara-gara sombong saya kepleset dan kecebur sungai. Ditolongin sih, tapi diketawain dulu sampai puas. GGrrrrhhhh... emang ya, berteman sama kalian itu sepaket. Ga usah cari musuh.


Ini gegayaan foto, abis itu saya kecebur!

Tanpa perlu berjalan terlalu jauh dan lama, akhirnya kami sampai juga di air terjun pertama di Madakaripura. Kenapa ada pertama? Karena air terjunnya ada tiga! Semakin ke dalam dan naik semakin cantik.
Masih penasaran kenapa perlu pake jas ujan? Karena untuk menuju air terjun lebih dalam kita harus melewati air terjun pertama ini. Iya, lewah dibawahnya. Nggak terlalu keras, tapi jadi kayak main hujan-hujanan gitu dan lumayan panjang. Saya yang dari awal kekeuh nggak mau pake jas ujan langsung basah kuyup. Tapi seru! asli airnya dingin banget. Apalagi kena hawa dingin pegunungan ya. Makin dingin!

Kena percikan air ini nih, dingin banget




Perlu perjuangan yang lebih keras untuk menuju air terjun utama. Kita harus merayap di tebing bebatuan. Nggak terlalu tinggi sih, tapi lumayan bikin skeri juga. Batu-batunya yang tajam itu lho. Tapi nggak perlu khawatir, mas-mas guide nya siaga kok buat jagain kita.


Semuanya basah kuyup, tapi bahagia!
Sayangnya lagi, kami kesini pas musim hujan. Jadi airnya coklat deh. Kurang cantik aja. Dan jadi males mau berenang juga. Kebayang kalau kesini pas musim kemarau pasti jauh lebih oke. Karena menurut sang guide, saat musim kemarau air di air terjun ini akan berwarna hijau kebiruan. Waaahhhhh....



Kami tidak begitu lama berfoto dan menikmati air terjun Madakaripura. Mendadak mendung hitam menggelayut. Daripada-daripada, mending cepetan balik aja. Once again, safety first. 
Buat yang bebasahan dan main air, di deket parkiran ada kamar mandi umum juga kok. Walaupun nggak seberapa bagus, lumayanlah buat sekedar berbilas ria. Pake sabun dan bedak talk aja ya biar ga gatel-gatel, hehe. Nggak lah, becanda. Lumayan bersih kok. Ini buktinya abis mandi cantik dan wangi lagi kaaaannn...? xixixi:p


Siap berburu makanan, abis main air lapeeerrrr...:D

No comments:

Post a Comment