Friday, 7 December 2012

Menyempurnakan Cinta

Pengen ngomongin soal cinta. Ini ngambil di sini. Ada 19 catatan fundamental untuk mewujudkan cinta yang sempurna:

Satu, ketika akan menikah, harus dipahami bahwa kita bukan mencari istri atau suami, tapi mencari ibu atau ayah bagi anak-anak.

Dua, ketika melamar, kita bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi sedang meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

Tiga, ketika akad nikah, kita bukan sedang menikah di hadapan penghulu, tetapi mengikrarkan mitsaqan ghalizan (perjanjian yang kokoh, red) di hadapan Allah ‘azza wa jalla.


Empat, walimatul ‘ursy (ketika resepsi pernikahan), catat dan hitung tamu yang datang mendoakan kita, karena kita harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila kita berpikir untuk bercerai karena telah menyia-nyiakan doa mereka.
Lima, sejak malam pertama, bersyukur dan bersabarlah karena kita adalah sepasang manusia bukan sepasang malaikat.
Enam, selama menempuh hidup berkeluarga, sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui bukan hanya jalan yang bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.
Tujuh, ketika biduk rumah tangga oleng, jangan saling berlepasan tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegangan.
Delapan, jika belum memiliki anak, tetap cintai istri atau suami seratus persen.
Sembilan, ketika telah dikaruniai anak, jangan bagi cinta kita kepada pasangan dengan anak, tapi cintailah pasangan kita 100% seperti halnya 100% pula mencintai anak-anak kita.
Sepuluh, ketika ekonomi kita belum membaik, yakinlah bahwa pintu rezeki itu akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan istri.
Sebelas, ketika ekonomi membaik, jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.
Dua belas, ketika Anda adalah suami, silakan bermanja-manja, tetapi jangan lupa untuk bangkit segera dan bertanggungjawab penuh apabila istri membutuhkan pertolongan kita.
Tiga belas, bila Anda adalah istri, tetaplah berjalan dengan gemulai dan lembut. Tetapi selalu berhasil menyelesaikan setiap pekerjaan.
Empat belas, ketika mendidik anak, jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anaknya.
Lima belas, ketika anak bermasalah, yakinilah bahwa tidak ada seorang anak pun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada-biasanya- adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.
Enam belas, ketika ada pria idaman lain (PIL), jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.
Tujuh belas, saat ada wanita idaman lain (WIL), jangan dituruti, cukupkanlah istri sebagai pelabuhan abadi bagi hati.
Delapan belas, ketika memilih potret keluarga, pilihlah potret keluarga yang sedang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.
Sembilan belas, ketika ingin langgeng dan harmonis, gunakanlah formula 7 K berikut: ketakwaan, kasih sayang, kesetiaan, komunikasi dialogis, keterbukaan, kejujuran dan kesabaran.

No comments:

Post a Comment