Tuesday, 11 August 2009

BUKAN SEKEDAR KATA

Dengan malas kututup koran yang sedari tadi kubaca. Pengumuman hasil SNMPTN 2009, namaku tertera di salah satu kolom di Universitas Airlangga Surabaya, aku belum tahu di fakultas apa. Tapi menurut teman-teman, di fakultas hukum. Mereka heboh sekali memberi selamat, tapi aku biasa aja. Bukan hal yang perlu dirayakan.
”Lintang....ayo turun, cepat sarapan, nanti kamu terlambat!” Suara mama.
”Iya Ma..!” jawabku malas.
“Kamu hari ini daftar ulang nggak usah

Wednesday, 5 August 2009

Summary Delapan Mata Air Kecemerlangan

• Model manusia muslim
Model manusia muslim yang ideal adalah perpaduan antara kehendak-kehendak Allah yang tertuang pada sebuah desain model yang ideal dengan realitas kepribadian kita sebagai wadah yang menyerap kehendak-kehendak Allah tsb.
Model manusia muslim sendiri secara sederhana tercantum dalam Surat Al Ashr: beriman, beramal shalih, berwasiat pada kebenaran dan berwasiat pada kesabaran.
• Delapan mata air kecemerlangan
1. Konsep Diri
• Empat motivasi besar: misi hidup itu given, umur kita adalah sebuah misteri, peta potensi itu nisbi, lingkungan yang ditakdirkan
• Empat sikap dasar: Menyadari misi dan bukan memformulasikannya, menentukan umur efektif, mengembangkan kapasitas potensial internal secara berkesinambungan, menemukan momentum sejarah.
• Susunan konsep diri
Menentukan Aku diri, Aku social dan Aku ideal
2. Cahaya Pikiran
• Akar kepribadian : lintasan pikiran-memori-ide,gagasan,pikiran-tekad tindakan-kebiasaan-karakter
• Kekuatan lampu sorot : pikiran berkerja seperti lampu sorot dermaga. Pikiran adalah ruang penciptaan pertama bagi manusia.
• Tidak ada tindakan yang melampaui luasnya wilayah pikiran dan sebuah tindakan menempakkan diri dalam pikiran sebelum dia menampakkan diri dalam kenyataan.
• Manajemen Pikiran: Deteksilah lintasan pikiran kita, Jadilah manusia berpengetahuan, Ketahuilah apa yang harus anda ketahui, meningkatkan kekuatan berpikir.
3. Kekuatan Tekad
• Kekuatan tekad sebagai: Energi jiwa, daya sembuh, faktor kesuksesan, sumber pengaruh
• Sumber tekad: obsesi dan cinta
• Faktor pendukung: Ketenangan, konsentrasi, keteraturan.
• Virus-virus tekad: marah, banyak bicara, sikap usil, suka disanjung dan tidak tahan kritik
4. Keluhuran sifat
• Pesona keluhuran: pikiran, perasaan, dan tindakan selalu didorong, digerakkan dan dibimbing oleh kebenaran; selalu berorientasi kepada Allah sebagai pusat pertanggungjawaban; Selalu bertindak dengan standar moral yang tinggi; tidak pernah merasa kecewa dengan penolakan manusia selama mereka merasa diterima oleh Allah; mereka bintang dilangit meski kadang tertutup mendung.
• Akar Keluhuran: cinta kebenaran, kesabaran, kasih sayang, kedermawanan, keberanian.
• Karakter perolehan dan olah jiwa: obsesi keluhuran, potret pribadi luhur, teknik pembiasaan, self punishment, tradisi kebesaran.
5. Manajemen aset fundamental
• Kesadaran tentang aset kehidupan
Kesehatan: kesatuan jiwa dan raga, kenikmatan hidup, kendaraan jiwa dan pikiran
Waktu: Waktu adalah kehidupan, sumber daya yang tak terganti
• Manajemen Kesehatan
Standar Kualitas Fisik: Sehat, Bugar, kuat, Lincah
Wawasan kesehatan
Tradisi hidup sehat
• Manajemen Waktu
Maksimalisasi keterbatasan: mencapai rasio produktivitas (1 unit waktu= 1 unit amal); menciptakan efek pengganda (1 unit amal=beberapa unit pahala)
Distribusi cita-cita: prinsip kebertahanan, prinsip prioritas, keseimbangan, prinsip kesinambungan, prinsip momentum
Keteraturan: mempertahankan komitmen keteraturan, berusaha menikmati rutinitas, menyusun jadwal kerja.
6. Integrasi Sosial
• Masyarakat taman kebaikan: partisipasi proyek kebaikan, partisipasi melawan proyek kejahatan, rahmat dan berkah bagi masyarakat, perekat serpihan retak di masyarakat
• Integrasi sosial dan kematangan pribadi
• Virus-virus sosial: Angkuh, dendam, narsis, kasar, kikir, penakut, minder
• Mengembangkan keterampilan sosial: kekuatan cinta, the match maker, seni komunikasi.
7. Kontribusi
• Distribuasi rahmat dan peran sejarah
Sebagai pewaris Rasulullah, sudah selayaknya umat Islam menjadi pembawa rahmat semesta alam yang abadi. Kontribusi yang bisa diberikan: Pemikiran-pemikiran baru, profesionalisme, kepemimpinan, finansial.
Wilayah kontribusi yang yang kita pilih adalh porsi sejarah yang akan kita ukir dan amal unggulan yang kita rencanakan untuk meraih ridha Nya. Dan karena dasar kita adalah asas manfaat maka sebaiknya peran-peran kita haruslah merupakan solusi dari permasalhan-permasalahan masyarakat.
• Menjemput Takdir Sejarah kita
Analisa kebutuhan lingkungan sosial, Menemukan pusat keunggulan pribadi, Menyiapkan amal unggulan, Menjemput Momentum sejarah
8. Konsistensi
• Konsep Husnul Khotimah
• Syarat-syarat konsistensi: Jebakan kesuksesan, obsesi kesempurnaan, Perbaikan berkesinambungan, pertumbuhan berkesinambunganharapan dan kecemasan, usaha doa dan takdir.

Tuesday, 14 July 2009

Untukmu

Aku mencintaimu seperti mata air
Mengalirkan sebening sungai dari pegunungan
Takkan pernah hilang meski seluruh hutan terbabat gundul
Membuncah menyembur ke segala arah tanpa peduli hukum Archimedes
Menyalahi hukum bejana berhubungan milik Torricelli-Bernoulli
Apalagi hanya sekedar anomali
Aku mencintaimu saat menghirup dalam nafas tiap detiknya
Memenuhkan rongga paru-paru hingga sesak dadaku
Menjalari tubuhku bersama plasma-plasma darah yang mengikat tanpa henti
Mendistribusikan asupan oksigen untuk setiap organnya
Berdetak dalam aorta di pangkal leher, lengan dan pergelangan tangan
Muncratkan warna merah segar saat teriris tajam
Aku merinduimu hingga berputar-putar isi otakku
Sampai berderak tulang iga
Tak sanggup lagi menghembuskan nafas yang terlanjur kuhirup
Memerindingkan bulu rang di pangkal tengkuk
Mengalirkan ribuan liter isi kantung airmata
Menderaskan keringat dingin yang merembes di telapak tanganku setiap malam
Aku merinduimu sampai pekak telingaku
Menggema dalam ingatan dan berdentum-dentum dalam lambung
Mengiris-iris perih isi jantung
Mengaburkan pandangan mata, semakin kabur dan semakin kabur
Aku merinduimu dengan seluruh indra peraba
Ujung lidahku mendadak kelu, ujung jariku mati rasa
Aku merinduimu sampai pada titik yang tak sanggup lagi kukatakan
Yang tak ada lagi ibarat yang mampu mempersonifikasikan
Aku mencintaimu sepanjang waktu antara kelahiran dan kematianku
Menguasai tanpa bisa terkendali oleh kekuatanku
Semua begitu saja
Aku mencintaimu dengan seluruh sisi hidup dan duniaku
Dengan hati, otak, anggota badan dan relung-relung labirin terdalamnya
Aku merindumu
Saatnya kau kembali
Pulang pada pelabuhanmu
Karena disinilah rumahmu, di hatiku.

Wednesday, 1 July 2009

Virus Merah Saga

VIRUS MERAH JAMBU

Aku tidak tau sejak kapan aku merasakan perasaan ini. Tapi yang jelas, bayang-bayangnya mulai meloncat-loncat dalam pikiranku dan sulit untuk dikendalikan. Buktinya, saat kuliah tadi, semua apa yang dikatakan Pak Deni tak ada satupun yang kudengar. Padahal itu mata kuliah favoritku. Sampai-sampai kena teguran. Kan malu, ketahuan ngelamun di kelas. Gini-gini aku kan termasuk mahasiswa teladan.
Phufh…kepalaku kembali berdenyut. Ada janji sama anak BEM buat ngadain rapat pembahasan Sekolah Politik. Harus cepetan kesana sebelum Mbak Ulil si coordinator nyap-nyap!!
“Assalamualaikum Ukhti, jangan lupa nanti sore setengah empat ada kajian di masjid!”
Tersentak kaget, aku mendongak. Dia lagi! Duh,,Allah.. Seharusnya perasaan ini tidak perlu ada. Seharusnya namanya tidak terus-menerus menggaung di otakku, seharusnya…
Astaghfirullah, saking paniknya aku tidak sempat menjawab infonya, bahkan sekedar menjawab salamnya. “Alaykumsalam, insya Allah” kujawab dalam hati. Akhirnya.
Sudut mataku mengekor bayangan itu. Dia melangkah kearah parkir motor.

Je Ma Apelle….


-->
Namaku Florensi Mellia. Kata orang nama ini tuh bule banget,mungkin karena mirip sama nama kota di Italia, Florence. Tapi, menurut Ayah ibuku, nama itu diambil dari bahasa latin, flouresensi. Hua keren banget!! Maklum si bokap kan terobsesi sama yang berbau fisika gitu. Sayangnya, aku malah ilfil banget sama yang judulnya fisika. Hihi, ilfil karena otakku gak nyampe!!
Satu lagi, karena nama ini aku sering disangka Non Islam. Ato paling gak, muallaf lah. Padahal, aku lahir dan besar ditengah keluarga muslim taat lho. Pas SMP dulu, guru agama ku pernah salah sangka. Kan jadi di kelasku itu ada 5 orang yang non Islam. Pertemuan pertama pelajaran agama, beliau mengabsen siswa non Islam, supaya gak salah tunjuk gitu dech. Pak Guru bertanya,” Jadi di kelas ini siapa saja yang yang non muslim?”
Karena aku sekretaris kelas, aku menjawab.” Andre pak, Andrea Hariadi”